ASET
KEUANGAN I
Ariqoh
Kharidah
A. Pengertian
Aset Keuangan
Aset keuangan adalah sesuatu yang memiliki nilai
yang dapat dijual untuk mendapatkan uang. Aset keuangan termasuk aset yang
tidak berwujud. Nilai aset ini tergantung dari nilai arus kas yang akan
diterima di masa yang akan datang.semakin besar nilai dari arus kas yang
diterima maka semakin besar pula nilai aset keuangan.
Berikut contoh dari aset keuangan tersebut:
Saham preferen yang diterbitkan oleh perusahaan IBM
Obligasi yang dikeluarkan oleh PT Anugrah Cipta
Saham biasa yang diterbitkan PT TELKOMSEL
B. Klaim
utang dan ekuitas
Klaim yang dimiliki oleh pemegang aset
keuangan berupa uang (pendapatan) yang tetap,atau jumlah yang bervariasi atau
bahkan residual. Dalam kasus pendapatan tetap aset keuangannya dinamakan
instrument utang. Asset keuangan yang temasuk dalam kategori ini adalah kredit
dan obligasi
Klaim ekuitas atau disebut klaim residual mewajibkan emiten aset
keuangan untuk membayar sejumlah deviden berdasarkan laba yang diperoleh
perusahaan. Sehingga pendapatan yang didapat oleh pemilik aset ini tidak tetap
bergantung pada profit yang dihasilkan perusahaan. Yan termasuk dalam aset
keuangan model ini adalah saham.
C. Harga
dan resiko Aset Keuangan
Harga à
pendapatan yang diharapkan (expected return) dari suatu asset keuangan.
Berdasarkan arus kas yang
diharapkan dan harga suatu asset keuangan à tingkat
pengembalian yang diharapkan (expected rate of return).
Contoh : jika harga : $ 100. Dalam
1 thn arus kasnya = $ 105. Maka tingkat pendapatannya = $ 5.
Tiga resiko yang terdapat di aset
keuangan adalah :
1. Resiko
yang berhubungan dengan daya beli arus kas yang diharapkan
2. Resiko
yang terjadi karena emiten tidak mampu memenuhi kewajibannya
3. Resiko
nilai tukar akan mengalami perubahan kea rah negative yang mengakibatkan
menghasilkan jumlah dolar sedikit (tidak didenomasi dalam dollar AS)
D. Pernan
Aset Keuangan
1. Untuk
mengalihkan pihak yang kelebihan dana kepada pihak yang memerlukan dana untuk
berinvestasi dalam aset berwujud
2. Untuk
mengalihkan dana sehingga resiko yang tidak dapat terhindarkan dalam arus kas bisa
teralihkan antara mereka yang membutuhkan dana dan penyedia dana
Daftar referensi :
Fabossi, Frank dkk, 1999. Pasar dan Lembaga Keuangan.
Diterjemahkan oleh Chaerul Djakman. Jakarta: Salemba Empat.
http://ug-azar.blogspot.com/2010/03/mengenal-aset-keuangan_12.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar