Selasa, 16 September 2014

ASET KEUANGAN I

Ariqoh Kharidah

A.    Pengertian Aset Keuangan
Aset keuangan adalah sesuatu yang memiliki nilai yang dapat dijual untuk mendapatkan uang. Aset keuangan termasuk aset yang tidak berwujud. Nilai aset ini tergantung dari nilai arus kas yang akan diterima di masa yang akan datang.semakin besar nilai dari arus kas yang diterima maka semakin besar pula nilai aset keuangan.
Berikut contoh dari aset keuangan tersebut:
Saham preferen yang diterbitkan oleh perusahaan IBM
Obligasi yang dikeluarkan oleh PT Anugrah Cipta
Saham biasa yang diterbitkan PT TELKOMSEL

B.     Klaim utang dan ekuitas
             Klaim yang dimiliki oleh pemegang aset keuangan berupa uang (pendapatan) yang tetap,atau jumlah yang bervariasi atau bahkan residual. Dalam kasus pendapatan tetap aset keuangannya dinamakan instrument utang. Asset keuangan yang temasuk dalam kategori ini adalah kredit dan obligasi
                Klaim ekuitas atau disebut klaim residual mewajibkan emiten aset keuangan untuk membayar sejumlah deviden berdasarkan laba yang diperoleh perusahaan. Sehingga pendapatan yang didapat oleh pemilik aset ini tidak tetap bergantung pada profit yang dihasilkan perusahaan. Yan termasuk dalam aset keuangan model ini adalah saham.

C.     Harga dan resiko Aset Keuangan
Harga à pendapatan yang diharapkan (expected return) dari suatu asset keuangan.
Berdasarkan arus kas yang diharapkan dan harga suatu asset keuangan à tingkat pengembalian yang diharapkan (expected rate of return).
Contoh : jika harga : $ 100. Dalam 1 thn arus kasnya = $ 105. Maka tingkat pendapatannya = $ 5.
Tiga resiko yang terdapat di aset keuangan adalah :
1.      Resiko yang berhubungan dengan daya beli arus kas yang diharapkan
2.      Resiko yang terjadi karena emiten tidak mampu memenuhi kewajibannya
3.      Resiko nilai tukar akan mengalami perubahan kea rah negative yang mengakibatkan menghasilkan jumlah dolar sedikit (tidak didenomasi dalam dollar AS)

D.    Pernan Aset Keuangan
1.      Untuk mengalihkan pihak yang kelebihan dana kepada pihak yang memerlukan dana untuk berinvestasi dalam aset berwujud
2.      Untuk mengalihkan dana sehingga resiko yang tidak dapat terhindarkan dalam arus kas bisa teralihkan antara mereka yang membutuhkan dana dan penyedia dana

Daftar referensi :
Fabossi, Frank dkk, 1999. Pasar dan Lembaga Keuangan. Diterjemahkan oleh Chaerul Djakman. Jakarta: Salemba Empat.
http://ug-azar.blogspot.com/2010/03/mengenal-aset-keuangan_12.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar