Sistem Keuangan
Ariqoh Kharidah
1. Pengertian Sistem Keuangan
Sistem keuangan adalah sistem yang
dilakukan untuk mentransfer dana dari pihak yang memiliki kelebihan
dana kepada pihak yang kekurangan dana untuk keperluan investasi dan
kegiatan bisnis lainnya. Pada sistem keuangan ini juga terjadi
penetapan tingkat bunga , perdagangan surat-surat berharga serta
penawaran jasa-jasa keuangan
2. Fungsi Sistem Keuangan
A. Fungsi Tabungan
sistem keuangan yang menyediakan suatu
data informasi dan cara kerja yang berkaitan dengan tabungan.
Contohnya : memperjualbelikan obligasi dan saham dengan menghasilkan
pendapatan dan resiko rendah
B.Fungsi Kekayaan
aset yang dapat diperdagangkan dalam
pasar keuangan dengan cara menyimpan kekayaan sampai dana tersebut
siap untuk dibelanjakan . Contohnya : menyimpan kekayaan dengan cara
membeli mobil dengan resiko mengalami penurunan nilai karena
penyusutan dan resiko seperti dicuri atau mengalami kecelakaan
C. Fungsi Likuiditas
kekayaan yang berupa aset yang
diperdagangkan dapat dirubah menjadi kas atau uang tunai dengan resiko
kecil dan memiliki sifat likuiditas sempurna yang artinya kas atau
uang tunai tersebut tidak perlu mengalami perubahan ke bentuk apapun
sebelum dibelanjakan
D. Fungsi Kredit
untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan
investasi dalam bentuk pinjaman yang akan dilunasi dalam waktu yang
akan datang. Contohnya : kredit dalam mebeli kendaraan atau rumah
E. Fungsi Pembayaran
fungsi yang menyediakan cara kerja
pembayaran transaksi barang dan jasa yang terjadi. Contohnya: cek ,
giro atau kartu kredit/ debit dan melalui media elektronik seperti
kliring dan mobile banking
F. Fungsi Resiko
fungsi ini berlaku pada perusahaan
asuransi yang memberikan proteksi kepada konsumen apabila terjadi
kerugian personal atau property risk seperti kesehatan , pencurian
dan kecelakaan
G. Fungsi kebijakan
fungsi ini berguna untuk melakukan
kebijakan untuk mestabilkan ekonomi dan mempengaruhi inflasi
ada tiga cara yang digunakan untuk
mentransfer dana dari pihak yang kelebihan dana (surplus) ke pihak
yang memerlukan dana (defisit) dalam sistem keuangan :
pembayaran langsung : transaksi
yang terjadi antara pemilik dana kepada peminjam dengan bertemu
secara langsung tanpa melibatkan perantara
pembayaran semi langsung :
transaksi pinjam meminjam yang dilakukan melalui perantara seperti
broker/dealer
pembiayaan tidak langsung:
transaksi pinjam meminjam yang dilakukan dengan bantuan lembaga
keuangan seperti bank , perusahaan efek, perusahaan peminjaman dan lain lain
Jenis Pasar Keuangan dalam Sistem Keuangan
1. Pasar Uang dan Pasar Modal
Pasar Uang : memberi pinjaman jangka pendek, membiayai kebutuhan modal kerja perusahaan dan memungkinkan unit-unit ekonomi untuk mengelola likuiditas
Pasar Modal : membiayai investasi jangka panjang yang dilaksanakan pengusaha, pemerintah, dan individu
2.Pasar Terbuka dan Pasar Negoisasi
Pasar Terbuka : obligasi yang dijual di pasar terbuka bisa diperjualbelikan beberapa kali kepada penawar tertinggi sampai saat jatuh tempo
Pasar Negoisasi: obligasi yang dijual di pasar negoisasi hanya kepada satu pembeli dibawah kontrak dan ditahan sampai jatuh tempo
3. Pasar Perdana dan Pasar Sekunder
Pasar Perdana: memperdagangkan sekuritas baru yang belum dikeluarkan, meningkatkan modal guna mendukung investasi baru untuk bangunan, peralatan dan persediaan.
Pasar Sekunder: memperdagangkan sekuritas yang sudah diterbitkan, memberikan likuiditas bagi para investor sekuritas.
4. Pasar Spot dan Pasar Future,Forward dan Opsi
Pasar Spot: tempat sekuritas diperdagangkan untuk penyerahan segera
Pasar Future atau Forward: untuk memperdagangkan kontrak yang penyerahannya dilakukan di waktu mendatang
Pasar Opsi: menawarkan kepada investor di pasar uang dan pasar modal untuk mengurangi resiko dari harga sekuritas yang kurang menguntungkan
Sistem Keuangan Di Indonesia
sistem keuangan di Indonesia terdiri dari bank / bukan bank dan pasar modal . sampai saat ini sistem keuangan di indonesia masih di dominasi perbankan karena pada periode setelah krisis 1997/1998 peran lembaga bukan bank dan pasar modal terus mengalami peningkatan seiring menurunnya kinerja intermediasi bank. tetapi perkembangan keuangan Indonesia setelah krisis 1998 terutama pada sektor perbankan tidak bertahan lama karena lemahnya sistem pengawasan bank, besarnya hutang luar negeri yang tidak terbatas, pemberian kredit yang kurang berhati-hati dan melampaui batas maksimum pemberian kredit kepada pihak terkait.karena lemahnya ketahanan keuangan Indonesia tersebut mengakibatkan sistem keuangan Indonesia tidak sanggup menahan dampak negatif yang ditimbulkan dari krisis nilai tukar pada1998 . setelah itu dilakukan restruksi sistem keuangan yang menelan biaya 50% dari PDB tahun 2000 dan termasuk biaya terbesar kedua dalam sejarah perbankan di Indonesia. dilain hal pasar modal mengalami perkembangan cukup baik yang terlihat dari perusahaan go public dan nilai kapitalisasi pasar yang terus meningkat. tetapi pasar modal di indonesia belum dikatakan efisien karena kebanyakan masih bergantung pada perusahaan yang berkapitalisasi lebih besar
Setelah belajar dari perkembangan sistem keuangan di Indonesia diatas maka dapat ditarik kesimpulan, maka pengembangan sistem keuangan harusnya mampu menjalankan fungsi-fungsi nya secara efektif dan memiliki tingkat ketahanan yang tinggi merupakan langkah yang harus diambil supaya percepatan pemulihan ekonomi Indonesia berjalan dengan baik dan menjaga kestabilan makro ekonomi Indonesia.
Refrensi :
http://honestary.blogspot.com/2011/10/sistem-keuangan-lembaga-keuangan-pasar.html
http://www.academia.edu/5613775/Rangkuman_Bank_dan_Lembaga_Keuangan_Lainnya_-_Sistem_Keuangan_dan_Perbankan_di_Indonesia
Puspopranoto, S. 2004. Keuangan Perbankan dan Pasar Keuangan (Konsep, Teori, dan Realita). Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia
Darmawi, H. 2006. Pasar Finansial dan Lembaga Lembaga Finansial.
Jakarta: Sinar Grafika Offset