Selasa, 26 Agustus 2014



Sistem Keuangan

Ariqoh Kharidah


1. Pengertian Sistem Keuangan

Sistem keuangan adalah sistem yang dilakukan untuk mentransfer dana dari pihak yang memiliki kelebihan dana kepada pihak yang kekurangan dana untuk keperluan investasi dan kegiatan bisnis lainnya. Pada sistem keuangan ini juga terjadi penetapan tingkat bunga , perdagangan surat-surat berharga serta penawaran jasa-jasa keuangan

2. Fungsi Sistem Keuangan

A. Fungsi Tabungan
sistem keuangan yang menyediakan suatu data informasi dan cara kerja yang berkaitan dengan tabungan. Contohnya : memperjualbelikan obligasi dan saham dengan menghasilkan pendapatan dan resiko rendah
B.Fungsi Kekayaan
aset yang dapat diperdagangkan dalam pasar keuangan dengan cara menyimpan kekayaan sampai dana tersebut siap untuk dibelanjakan . Contohnya : menyimpan kekayaan dengan cara membeli mobil dengan resiko mengalami penurunan nilai karena penyusutan dan resiko seperti dicuri atau mengalami kecelakaan
C. Fungsi Likuiditas
kekayaan yang berupa aset yang diperdagangkan dapat dirubah menjadi kas atau uang tunai dengan resiko kecil dan memiliki sifat likuiditas sempurna yang artinya kas atau uang tunai tersebut tidak perlu mengalami perubahan ke bentuk apapun sebelum dibelanjakan
D. Fungsi Kredit
untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan investasi dalam bentuk pinjaman yang akan dilunasi dalam waktu yang akan datang. Contohnya : kredit dalam mebeli kendaraan atau rumah
E. Fungsi Pembayaran
fungsi yang menyediakan cara kerja pembayaran transaksi barang dan jasa yang terjadi. Contohnya: cek , giro atau kartu kredit/ debit dan melalui media elektronik seperti kliring dan mobile banking
F. Fungsi Resiko
fungsi ini berlaku pada perusahaan asuransi yang memberikan proteksi kepada konsumen apabila terjadi kerugian personal atau property risk seperti kesehatan , pencurian dan kecelakaan
G. Fungsi kebijakan
fungsi ini berguna untuk melakukan kebijakan untuk mestabilkan ekonomi dan mempengaruhi inflasi

ada tiga cara yang digunakan untuk mentransfer dana dari pihak yang kelebihan dana (surplus) ke pihak yang memerlukan dana (defisit) dalam sistem keuangan :

  1. pembayaran langsung : transaksi yang terjadi antara pemilik dana kepada peminjam dengan bertemu secara langsung tanpa melibatkan perantara
  2. pembayaran semi langsung : transaksi pinjam meminjam yang dilakukan melalui perantara seperti broker/dealer
  3. pembiayaan tidak langsung: transaksi pinjam meminjam yang dilakukan dengan bantuan lembaga keuangan seperti bank , perusahaan efek, perusahaan peminjaman dan lain lain

Jenis Pasar Keuangan dalam Sistem Keuangan

1. Pasar Uang dan Pasar Modal
Pasar Uang : memberi pinjaman jangka pendek, membiayai kebutuhan modal kerja perusahaan dan memungkinkan unit-unit ekonomi untuk mengelola likuiditas
Pasar Modal : membiayai investasi jangka panjang yang dilaksanakan pengusaha, pemerintah, dan individu

2.Pasar Terbuka dan Pasar Negoisasi
Pasar Terbuka : obligasi yang dijual di pasar terbuka bisa diperjualbelikan beberapa kali kepada penawar tertinggi sampai saat jatuh tempo
Pasar Negoisasi: obligasi yang dijual di pasar negoisasi hanya kepada satu pembeli dibawah kontrak dan ditahan sampai jatuh tempo

3. Pasar Perdana dan Pasar Sekunder
Pasar Perdana: memperdagangkan sekuritas baru yang belum dikeluarkan, meningkatkan modal guna mendukung investasi baru untuk bangunan, peralatan dan persediaan.
Pasar Sekunder: memperdagangkan sekuritas yang sudah diterbitkan, memberikan likuiditas bagi para investor sekuritas.

4. Pasar Spot dan Pasar Future,Forward dan Opsi
Pasar Spot: tempat sekuritas diperdagangkan untuk penyerahan segera
Pasar Future atau Forward: untuk memperdagangkan kontrak yang penyerahannya dilakukan di waktu mendatang
Pasar Opsi: menawarkan kepada investor di pasar uang dan pasar modal untuk mengurangi resiko dari harga sekuritas yang kurang menguntungkan



Sistem Keuangan Di Indonesia 

sistem keuangan di Indonesia terdiri dari bank / bukan bank dan pasar modal . sampai saat ini sistem keuangan di indonesia masih di dominasi perbankan karena pada periode setelah krisis 1997/1998 peran lembaga bukan bank dan pasar modal terus mengalami peningkatan seiring menurunnya kinerja intermediasi bank. tetapi perkembangan keuangan Indonesia setelah krisis 1998 terutama pada sektor perbankan tidak bertahan lama karena lemahnya sistem pengawasan bank, besarnya hutang luar negeri yang tidak terbatas, pemberian kredit yang kurang berhati-hati dan melampaui batas maksimum pemberian kredit kepada pihak terkait.karena lemahnya ketahanan keuangan Indonesia tersebut mengakibatkan sistem keuangan Indonesia tidak sanggup menahan dampak negatif yang ditimbulkan dari krisis nilai tukar pada1998 . setelah itu dilakukan restruksi sistem keuangan yang menelan biaya 50% dari PDB tahun 2000 dan termasuk biaya terbesar kedua dalam sejarah perbankan di Indonesia. dilain hal pasar modal mengalami perkembangan cukup baik yang terlihat dari perusahaan go public dan nilai kapitalisasi pasar yang terus meningkat. tetapi pasar modal di indonesia belum dikatakan efisien karena kebanyakan masih bergantung pada perusahaan yang berkapitalisasi lebih besar 
Setelah belajar dari perkembangan sistem keuangan di Indonesia diatas maka dapat ditarik kesimpulan, maka pengembangan sistem keuangan harusnya mampu menjalankan fungsi-fungsi nya secara efektif dan memiliki tingkat ketahanan yang tinggi merupakan langkah yang harus diambil supaya percepatan pemulihan ekonomi Indonesia berjalan dengan baik dan menjaga kestabilan makro ekonomi Indonesia.


Refrensi : 


http://honestary.blogspot.com/2011/10/sistem-keuangan-lembaga-keuangan-pasar.html

http://www.academia.edu/5613775/Rangkuman_Bank_dan_Lembaga_Keuangan_Lainnya_-_Sistem_Keuangan_dan_Perbankan_di_Indonesia

Puspopranoto, S. 2004. Keuangan Perbankan dan Pasar Keuangan (Konsep, Teori, dan Realita).         Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia

Darmawi, H. 2006. Pasar Finansial dan Lembaga Lembaga Finansial. 
Jakarta: Sinar Grafika Offset